Header Ads Widget

KPK

6/recent/ticker-posts

PHDI BERSAMA KEMENAG GELAR PELATIHAN SARATHI BANTEN


 


Jembrana, KPK - Guna tetap melestarikan tradisi, adat dan budaya Hindu khususnya di Bali, PHDI Kabupaten Jembrana bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jembrana, menggelar Pelatihan Sarathi Banten atau Tukang membuat sarana Upacara Yadnya agama Hindu di Bali.


Ketua PHDI Kabupaten Jembrana, I Komang Arsana, S.Pd, didampingi Wakil Ketua PHDI Kabupaten Jembrana, I Wayan Windra S.Ag, memaparkan, Banten adalah nafas dari umat Hindu khususnya di Bali.


"Banten dikatakan sebagai nafas bagi unat Hindu di Bali, lantaran dalam kontek apapun kegiatan di Bali pasti erat kaitannya dengan banten, terlepas dari besar atau kecilnya banten tersebut. Banyak sekali jenis atau soroh Banten yang harus diketahui umat, hingga generasi Hindu sesungguhnya wajib mendapatkan pelatihan Banten ini", papar Arsana.


Sementara itu, Kasi Urusan Agama Hindu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana, Ida Bagus Ketut Rimbawan S.Ag, M.Si, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan Pelatihan Sarati Banten mengatakan. Kegiatan diikuti oleh sebanyak 128 peserta dari seluruh Kabupaten Jembrana. Namun, lantaran masih dalam situasi Pandemi, maka kegiatan ini dibagi sesie menjadi 3 hari, dari jam 09.00 sd 15.00 WITA, adalah untuk membatasi kehadiran peserta.


"Adapun kegiatan tersebut, pertama digelar pada Jumat (1/10/2021) di Wantilan Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, dengan jumlah 26 peserta dari Kecamatan Pekutatan, dsn sebanyak 38 orang dan dari Kecamatan Mendoyo. Kegiatan dilanjutkan pada Minggu (2/10/2021) di Aula kantor Kemenag Kabupaten Jembrana, diikuti peserta dari Kecamatan Jembrana sebanyak 18 orang dan Kecamatan Negara sebanyak 20 orang. Terakhir, digelar pada Minggu (3/10/2021) di Wantilan Pura Dangkahyangan Indra Kusuma, dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang dari Kecamatan Melaya", jelas Rimbawan.


Dari hasil liputan Media CNN, kegiatan dilaksanakan dengan penyampaian materi terkait Banten, dilanjutkan dengan materi Praktek membuat Banten, dibimbing oleh pakar-pakar Banten asal Kabupaten Jembrana, diantaranya I Wayan Sekar asal Yehembang, I Ketut Darma asal Tegalbadeng Timur, dan Jro Mangku Istri Ribek Sudiadnyani, asal Dauhwaru.


Di akhir kegiatan, PHDI Kabupaten Jembrana juga menberikan buku tentang Banten, yang diterimakan kepada masing-masing Bendesa Adat, dan selama kegiatan berlangsung, tetap menerapkan protokol kesehatan. (Cahaya)