Header Ads Widget

KPK

6/recent/ticker-posts

“Wujud Nyata Polri dalam Menjamin Kebebasan Beribadah”




Bangli – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menjamin kenyamanan umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah, Satuan Samapta Polres Bangli melaksanakan kegiatan pengamanan di Gereja Marga Rahayu Bangli pada Minggu, 15 Februari 2026.

Satuan Samapta yang merupakan fungsi preventif Kepolisian memiliki peran strategis dalam mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi langkah nyata untuk mencegah bertemunya faktor niat dan kesempatan yang dapat memicu terjadinya tindak kejahatan. Upaya preventif ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah agar tetap kondusif.

Menyikapi berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas yang mengarah pada tindakan terorisme maupun gangguan lainnya yang menyasar rumah ibadah, serta berdasarkan Sprin Kapolres Bangli Nomor: Sprin/116/II/PAM.1.3./2026 tanggal 31 Januari 2026, Unit Turjawali Sat Samapta Polres Bangli melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup di lingkungan Gereja Marga Rahayu Bangli.

Ibadah Minggu yang mengangkat liturgi Minggu sebelum masa sengsara (Estomihi) dengan tema “Menjadi Gereja Pembawa Damai” tersebut dihadiri kurang lebih 50 orang jemaat. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Kasat Samapta Polres Bangli, Anak Agung Gede Purwita, menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan wujud tanggung jawab Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat guna menjamin terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya bagi umat Kristiani di wilayah hukum Bangli agar dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Melalui kegiatan pengamanan ini, diharapkan terjalin sinergitas yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga toleransi serta memperkokoh persatuan di wilayah Kabupaten Bangli.

Raih Simpati, Hindari Antipati.








(Cahaya)